Restorasi

Perencanaan restorasi di 7 provinsi prioritas

Jenis dan jumlah infrastruktur restorasi yang direncanakan oleh BRG dari tahun ke tahun. Sampai tahun 2020 sebanyak 107 KHG telah direncanakan untuk diintervensi.

Maaf, saat ini PRIMS Gambut sedang tidak dapat menampilkan data yang Anda inginkan. Silahkan coba beberapa saat lagi, atau pilih filter lainnya.

Sumber: Badan Restorasi Gambut, 2020

Informasi

Dasbor ini menunjukkan jumlah perencanaan restorasi yang dikenal dengan 3R: Rewetting (pembasahan kembali termasuk perencanaan sekat kanal, sumur bor, dan penimbunan kanal) , Revegetasi (penanaman kembali), dan Revitalisasi. 

Perencanaan restorasi bertujuan untuk menentukan lokasi potensial kegiatan restorasi dan arahan kegiatan restorasi, dengan mempertimbangkan gambut yang terbakar, tutupan lahan, kanal, status lahan, rencana tata ruang dan wilayah, serta data sosial dan ekonomi. 

Tahapan perencanaan restorasi dilakukan dalam 3 bulan tergantung dari luas area yang dilakukan perencanaan. BRG kemudian melakukan verifikasi lapangan untuk penentuan lokasi implementasi restorasi. Perencanaan restorasi meliputi:

  • Sekat kanal, menunjukkan lokasi perencanaan pembasahan kembali gambut melalui pembangunan sekat kanal.
  • Sumur bor, menunjukkan lokasi perencanaan pembasahan kembali gambut melalui pembangunan sumur bor.
  • Kanal timbun, menunjukkan lokasi perencanaan pembasahan kembali gambut melalui pembangunan kanal timbun.
  • Area revegetasi, menunjukkan lokasi perencanaan revegetasi atau penanaman kembali melalui intervensi aktif seperti pembuatan persemaian, pembibitan dan penanaman, maupun intervensi non-aktif seperti promosi regenerasi alami, dan promosi mekanisme penyebar benih (seeds dispersal mechanism). 
  • Revitalisasi, menunjukkan lokasi perencanaan kegiatan revitalisasi sumber mata pencaharian dengan pengembangan kegiatan sumber mata pencaharian alternatif dan berkelanjutan yang ramah gambut baik berbasis lahan, berbasis air, dan berbasis jasa lingkungan.
Sumber Badan Restorasi Gambut, 2020

Disclaimer

Data perencanaan merupakan hasil desktop study yang kemudian memerlukan proses Survey Investigative Design (SID), Detail Engineering Design (DED) dan Rapid Assessment (RA) sebelum diimplementasikan.

Unduh

Save as .xlsx
Save as .jpg

Implementasi restorasi di 7 provinsi prioritas

Jenis dan jumlah infrastruktur restorasi yang telah dibangun oleh BRG dari tahun ke tahun. Sampai tahun 2019 sebanyak 72 KHG telah diintervensi.

Maaf, saat ini PRIMS Gambut sedang tidak dapat menampilkan data yang Anda inginkan. Silahkan coba beberapa saat lagi, atau pilih filter lainnya.

Sumber: Badan Restorasi Gambut, 2020

Informasi

Dasbor ini menunjukkan jumlah implementasi restorasi yang dikenal dengan 3R: Rewetting (pembasahan kembali termasuk implementasi sekat kanal, sumur bor, dan penimbunan kanal) , Revegetasi (penanaman kembali), dan Revitalisasi. 

Implementasi restorasi bertujuan untuk menentukan lokasi potensial kegiatan restorasi dan arahan kegiatan restorasi, dengan mempertimbangkan gambut yang terbakar, tutupan lahan, kanal, status lahan, rencana tata ruang dan wilayah, serta data sosial dan ekonomi. 

Tahapan implementasi restorasi dilakukan dalam 3 bulan tergantung dari luas area yang dilakukan implementasi. BRG kemudian melakukan verifikasi lapangan untuk penentuan lokasi implementasi restorasi. Implementasi restorasi meliputi:

  • Sekat kanal, menunjukkan lokasi implementasi pembasahan kembali gambut melalui pembangunan sekat kanal.
  • Sumur bor, menunjukkan lokasi implementasi pembasahan kembali gambut melalui pembangunan sumur bor.
  • Kanal timbun, menunjukkan lokasi implementasi pembasahan kembali gambut melalui pembangunan kanal timbun.
  • Area revegetasi, menunjukkan lokasi implementasi revegetasi atau penanaman kembali melalui intervensi aktif seperti pembuatan persemaian, pembibitan dan penanaman, maupun intervensi non-aktif seperti promosi regenerasi alami, dan promosi mekanisme penyebar benih (seeds dispersal mechanism). 
  • Revitalisasi, menunjukkan lokasi implementasi kegiatan revitalisasi sumber mata pencaharian dengan pengembangan kegiatan sumber mata pencaharian alternatif dan berkelanjutan yang ramah gambut baik berbasis lahan, berbasis air, dan berbasis jasa lingkungan.
Sumber Badan Restorasi Gambut, 2020

Disclaimer

  • Tidak semua data perencanaan lolos proses Survey Investigative Design (SID), Detail Engineering Design (DED) maupun Rapid Assessment (RA) untuk kemudian dibangun
  • Data implementasi restorasi di PRIMS menunjukkan implementasi yang selesai dibangun pada tahun tersebut. Sehingga beberapa data implementasi merupakan hasil perencanaan pada tahun sebelumnya

Unduh

Save as .xlsx
Save as .jpg

Desa Peduli Gambut di 7 provinsi prioritas

Desa Peduli Gambut (DPG) adalah program pembangunan dan pemberdayaan desa yang berada di wilayah prioritas restorasi BRG. Sumber dana program DPG berasal dari APBN, Mitra BRG, dan pihak swasta.

Maaf, saat ini PRIMS Gambut sedang tidak dapat menampilkan data yang Anda inginkan. Silahkan coba beberapa saat lagi, atau pilih filter lainnya.

Kabupaten APBN Mitra Swasta total

Sumber: Badan Restorasi Gambut, 2020

Informasi

Layer/dasbor ini menunjukkan jumlah Desa Peduli Gambut (DPG) yang sudah diintervensi oleh BRG. DPG adalah program pembangunan desa yang berada di wilayah prioritas restorasi BRG di tujuh provinsi yaitu: Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Papua, Riau dan Sumatera Selatan yang bisa dilihat sampai skala kabupaten. 

DPG meliputi kegiatan fasilitasi pembentukan kawasan perdesaan, perencanaan tata ruang desa dan kawasan perdesaan, identifikasi dan resolusi konflik, pengakuan dan legalisasi hak dan akses, kelembagaan untuk pengelolaan hidrologi dan lahan, kerjasama antar desa, pemberdayaan ekonomi, penguatan pengetahuan lokal dan kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi bencana kebakaran gambut dengan rincian sumber dana berasal dari: APBN, Mitra dan Swasta.

Sumber Badan Restorasi Gambut, 2020

Unduh

Save as .xlsx
Save as .jpg

Plot penelitian

Plot percobaan di lapangan disebut dengan plot penelitian yang selanjutnya akan digunakan sebagai plot pembelajaran bagi keperluan replikasi teknologi restorasi gambut di tempat lain. Penelitian ini sudah dimulai sejak tahun 2017.

Maaf, saat ini PRIMS Gambut sedang tidak dapat menampilkan data yang Anda inginkan. Silahkan coba beberapa saat lagi, atau pilih filter lainnya.

Sumber: Badan Restorasi Gambut, 2017-2020

Informasi

Layer/dasbor ini menunjukkan jumlah plot penelitian yang sudah dilakukan di wilayah prioritas restorasi BRG di tujuh provinsi. Kedeputian Penelitian dan Pengembangan BRG telah melakukan riset aksi dan pilot project dalam kerangka rewetting, revegetasi, revitalisasi ekonomi, dan restorasi gambut terintegrasi. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan mitra peneliti yang berasal dari universitas maupun Lembaga/Kementrian terkait. 

Output dari kegiatan ini adalah hasil-hasil penelitian untuk memberikan dukungan ilmiah terhadap pencapaian target restorasi gambut. Plot percobaan di lapangan disebut dengan plot penelitian yang selanjutnya akan digunakan sebagai plot pembelajaran bagi keperluan replikasi teknologi restorasi gambut di tempat lain.

Sumber Badan Restorasi Gambut, 2017-2020

Unduh

Save as .xlsx
Save as .jpg

Peta Indikatif Restorasi (PIR) 7 provinsi prioritas

Peta Indikatif Restorasi (PIR) digunakan oleh BRG untuk mengarahkan perencanaan dan jenis intervensi restorasi yang sesuai dengan kondisi degradasi gambut di suatu wilayah. Berikut adalah rasio dan luas empat jenis prioritas restorasi dalam PIR.

Maaf, saat ini PRIMS Gambut sedang tidak dapat menampilkan data yang Anda inginkan. Silahkan coba beberapa saat lagi, atau pilih filter lainnya.

Sumber: Badan Restorasi Gambut, 2019

Informasi

Layer/dasbor ini menunjukkan total area prioritas restorasi gambut indikatif yang dianalisis berdasarkan kriteria gambut terdegradasi yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti gambut terbakar, gambut berkanal, kawasan lindung gambut, kawasan budidaya gambut.

Analisis ini menggunakan data yang tersedia di BRG, BBSLDP BIG dan KLHK meliputi data Jaringan Kanal (UGM & BRG, 2017), lahan gambut (BBSLDP, 2011), Batas Wilayah Administrasi (BIG,2015), fungsi ekosistem gambut (KLHK, 2017), area bekas kebakaran (KLHK, 2015-2017), Penutup Lahan (KLHK, 2017), dan PIPPIB XIV (KLHK, 2018). 

Peta ini digunakan oleh Badan Restorasi Gambut untuk mengarahkan perencanaan dan jenis intervensi restorasi gambut yang sesuai berdasarkan faktor degradasi gambut. Peta ini bersifat indikatif dan diperlukan perincian dan verifikasi lapangan untuk penentuan implementasi restorasi gambut. 

Peta indikatif restorasi gambut dibagi menjadi 4 kelas yaitu:

  • Prioritas Restorasi Pasca Kebakaran 2015-2017, area prioritas restorasi disebabkan oleh area terbakar pada tahun 2015, 2016 dan 2017. 
  • Prioritas Restorasi Kubah Gambut Berkanal (fungsi lindung), area prioritas restorasi yang berada di gambut dalam dengan ketebalan lebih dari 3 meter dan telah dibangun kanal.  
  • Prioritas Restorasi Kubah Gambut Tidak Berkanal (fungsi lindung), area prioritas restorasi yang berada di gambut dalam dengan ketebalan lebih dari 3 meter, namun belum dibangun kanal.   
  • Prioritas Restorasi Gambut Berkanal (fungsi budidaya), area prioritas restorasi yang berada di gambut dangkal dengan ketebalan kurang dari 3 meter dan telah dibangun kanal. 
Sumber Badan Restorasi Gambut, 2019

Unduh

Save as .xlsx
Save as .jpg

Tinggi muka air tanah gambut (SIPALAGA) di 7 provinsi prioritas

Lokasi titik-titik pengukuran tinggi muka air tanah gambut yang dihasilkan melalui alat pengukuran tinggi muka air tanah telemetri. Tinggi muka air tanah menunjukkan tingkat kekeringan atau kebasahan gambut, dan data diupdate setiap 30 menit sekali.

Maaf, saat ini PRIMS Gambut sedang tidak dapat menampilkan data yang Anda inginkan. Silahkan coba beberapa saat lagi, atau pilih filter lainnya.

Provinsi Kabupaten Bahaya Siaga Aman

Sumber: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Badan Restorasi Gambut, Japan International Cooperation Agency 2017-2018, Badan Restorasi Gambut, APBN 2018-2020

Informasi

Layer/dasbor ini menunjukkan jumlah status tinggi muka air tanah gambut meliputi: Bahaya, Siaga dan Aman yang dihasilkan melalui alat pengukuran tinggi muka air tanah telemetri. Data diperbarui setiap 30 menit sekali di wilayah prioritas restorasi BRG di tujuh provinsi yaitu: Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah,Papua, Riau dan Sumatera Selatan yang bisa dilihat sampai skala kabupaten. Selain tinggi muka air tanah gambut, alat ini juga mengukur kelembaban tanah, suhu, serta curah hujan pada titik tersebut. data diupdate setiap 30 menit sekali.

Sumber Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Badan Restorasi Gambut, Japan International Cooperation Agency 2017-2018, Badan Restorasi Gambut, APBN 2018-2020

Situs

https://sipalaga.brg.go.id/

Unduh

Save as .xlsx
Save as .jpg

PRIMS Gambut menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan memakai situs ini, Anda kami anggap telah mengerti & menyetujui kebijakan cookies kami. 

Lanjutkan